Sabtu, 20 April 2013

makalah "Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak”


                                                                  
makalah Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak”

created by agung gumilar

BAB 1
PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin pesat. Begitu juga dengan teknologi kedokteran yang berkembang dengan pesatnya mengikuti semakin modernnya zaman. Dengan hal itu lah dapat memunculkan teknologi-teknologi yang dapat menolong umat manusia mengobati penyakit. Di makalah ini dijelaskan teknologi-teknologi yang dapat menolong pasien di dalam kelainan system gerak. Sebelum itu akan dijelaskan terlebih dahulu tentang system gerak dan kelainan dalam system gerak.
1.1.  Latar belakang
            Kegiatan ini di latar belakangi kengin tahuan lebih jauh dan dalam lagi tentang “Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan Dan Kelainan Pada Sistem Gerak”, dan juga untuk menambah pengetahuan dan wawasan.
1.2.  Pembatasan masalah
1.    Rangka tubuh manusia
2.    kelainan pada sistem gerak          
3.   Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia
1.3. Tujuan penelitian
1.   Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan pembaca.
2.   Dan Mengetahui lebih dalam tentang Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia.
1.4. Metode penelitian
Metode yang kami gunakan yaitu dari dunia maya atau internet dan buku.
1.5. Kegunaan penelitian
Kegunaan karya tulis ini adalah agar semua orang yang membaca makalah ini khususnya pelajar dapat mengetahui lebih jauh lagi tentang Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1.         Rangka Tubuh Manusia
Rangka tubuh manusia terdiri atas berbagai bentuk tulang yang saling berhubungan. Tulang-tulang yang menyusun manusia dibedakan menjadi tiga, yaitu bagian tengkorak(kranium), bagian tulang badan, dan tulang anggota badan. Tulang merupakan alat gerak pasif karena tulang dapat bergerak jika digerakkan oleh otot. Tulang pada manusia berfungsi sebagai alat gerak. Melindungi organ-organ dalam, dan sebagai tempat penghasil sel-sel darah.
2.2.            Pengertian kelainan pada sistem gerak  
Gangguan pada system rangka: gangguan pada system rangka dapat terjadi karena adanya gangguan secara fisik, gangguan secara fisiologis, gangguan persendian, dan gangguan kedudukan tulang.

a.Gangguan Fisik
-          Fraktura Sederhana
-          Fraktura Kompleks
-          Greenstick
-          Comminuted
b.Gangguan Fisiologis
                   -    Rakhitis
                   -    Mikrosefalus
                   -    Osteoporosis
                   -    Kelainan akibat penyakit
c. Gangguan Persendian
                    -   Dislokasi
                    -   Terkilir(keseleo)
                    -   Ankilosis
                     -  Artritis

d. Gangguan Tulang Belakang
                        -   scoliosis
                        -   kifosis
                        -   lordosis
                        -   subluksasi
B. Gangguan Pada Sistem Otot
1. artrofi
2. hipertrofi
3. hernia abdominalis
4. tetanus
5. distrofi otot
6. miastenia gravis





2.3.         Teknologi Untuk Mengatasi Gangguan dan Kelainan Pada Sistem Gerak Manusia
1. Penyembuhan Patah Tulang
         Patah tulang adalah suatu kelainan yang terjadi akibat dari cidera yang menyebabkan rapuhnya atau patahnya tulang dari seseorang. Hal ini bias terjadi karma kecelakaan, terjatuh ataupun terkena benda-benda tajam yang dapat menyebabkan patahnya tulang-tulang manusia.
Patah tulang dapat disembuhkan dengan beberapa cara, antara lain :
    1. Pembidaian
        Yaitu berupa banda-benda keras yang ditempatkan didaerah sekelliling tulang yang patah
    2. Pemasangan
        Yaitu berupa bahan kapur yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah.
    3. Pembedahan internal
        aitu pembedahan untuk menempatkan batang logam atau piringan pada tulang yang patah.
    4. Penarikan (traksi)
        Yaitu menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota gerak pada tempatnya.                    Sekarang sudah jarang digunakan, tetapi dulu pernah menjadi pengobatan utama untuk patah tulang pinggul.

2. Penyembuhan Kanker Tulang
         Kanker tulang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk tulang. Lebih dari 2,000 orang-orang didiagnosis di Amerika setiap tahun dengan suatu tumor tulang. Tumor-tumor tulang terjadi paling umum pada anak-anak dan remaja-remaja dan lebih kurang umum pada orang-orang dewasa yang lebih tua. Kanker yang melibatkan tulang pada dewasa-dewasa yang lebih tua adalah paling umum akibat dari penyebaran metastasis dari tumor yang lain.
Ada banyak tipe-tipe yang berbeda dari kanker tulang. Tumor-tumor tulang yang paling umum termasuk osteosarcoma, Ewing’s sarcoma, chondrosarcoma, malignant fibrous histiocytoma, fibrosarcoma, dan chordoma. Penyembuhan kanker tulang dapat dilakukan dengan cara pembedahan dan amputasi. Cara lain seperti, kemoterapi dan radioterapi juga efektif.

3. Transplantasi Sumsum Tulang
         Sumsum merah dapat ditransplantasikan dari satu orang ke orang lainnya. Diperlukan suatu teknik khusus untuk memindahkan sumsum dari donor yang sehat dan menyuntikkannya ke resipien tanpa merusaknya, karena sumsum sangat lunak. contohnya yakni, tulang janin usia 4 bulan yabgmasih berada dalam kandungan.
Sumsum merah ayahnya disuntikkan melalui perut ibunya.

4. Hypophosphatemic Rickets
         Hypophosphatemic rickets (dahulu dikenal vitamin D-resintan rickets) adalah gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena darah mengandung kadar posfat rendah.
Pengobatan: Tujuan pengobatan Hypophosphatemic rickets adalah meningkatkan kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol, bentuk aktif dari vitamin D. Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa membahayakan ginjal dan jaringan lain. Pada beberapa orang dewasa, Hypophosphatemic rickets dihasilkan dari perbaikan kanker secara dramatik setelah kanker diangkat.

5. Artritis Rematoid.
        Pengobatan:Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena, karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.
Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi, tetapi untuk mencegah kekakuan, perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid, obat slow-acting, kortikosteroid dan obat imunosupresif.
Biasanya, semakin kuat obatnya, maka semakin hebat potensi efek sampingnya, sehingga diperlukan pemantaun ketat.

6. Osteoporosis
         Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang diserap oleh tulang yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan dilakukan oleh komputer yang dipasang pada alat kekeroposan tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menupause (mati haid) sehingga menyebabkan tulang mudah patah.

7. Fisiologi Terapan
        Teknik pemantauan Otot, diterapkan memungkinkan fisiologi tubuh untuk mengungkapkan apa yang keluar dari keseimbangan dan memberikan informasi untuk mengembalikan keseimbangan. Otot dimasukkan melalui gerak normal, dimonitor untuk menentukan di mana tekanan berbohong. Inti dari teknik ini menggunakan acupoints untuk bertanya tentang fisiologis dan anatomi spesifik menekankan.

8. Artroskopi
        Penggunaan peralatan artroskopi terutama sekali untuk pasien cedera. Artroskopi dirintis di awal 1950′-an oleh dr. Masaki Watanabe dariJepang untuk melakukan bedah dan rekonstruksi kartilago invasif minimal dari ligamentum yang robek. Artroskopi membantu pasien sembuh dari pembedahan dalam hitungan hari, daripada minggu ataupun bulan dalam bedah biasa dan ‘terbuka’.
Artroskopi lutut adalah salah satu operasi yang paling umum dilakukan oleh dokter bedah ortopedi sekarang dan sering digabungkan dengan menisektomi atau kondroplasti—yang merupakan pemindahan dari tulang rawan yang robek.

9. Penggantian sendi
        Penggantian sendi tersedia untuk sendi lain pada dasar yang terbatas, yang paling utama bahu, siku, pergelangan tangan dan kaki serta jari. Di tahun-tahun terkini, penggantian permukaan sendi, khususnya sendi panggul, sudah menjadi lebih terkenal di antara pasien yang lebih muda dan aktif. Jenis operasi ini menunda perlunya penggantian panggul total yang lebih kuno dan kurang mempertahankan tulang, namun membawa risiko signifikan pada gagal awal akibat fraktur dan kematian.
Salah satu masalah utama dalam penggantian sendi adalah pemakaian permukaan komponen yang timbul, yang dapat menimbulkan kerusakan tulang di sekitarnya dan akhirnya menyebabkan gagal implan. Penggunaan permukaan timbul alternatif telah bertambah di tahun-tahun terkini, khususnya pada pasien yang lebih muda, untuk mencoba mengembangkan sifat pemakaian komponen penggantian sendi, yang termasuk keramik dan semua implan logam (berlawanan dengan logam pada plastik yang asli). Plastik itu (sebenarnya polietilena berbobot molekul yang ultratinggi) juga bisa diubah dalam berbagai cara yang dapat memperbaiki sifat pemakaian.

10. Viscosupplementasi
          Viscosupplementasi adalah pilihan baru yang ada bagi pasien dengan gejala lutut osteoarthritis, yang melibatkan rentetan injeksi intra-artionlar asam hyaluronic. Sementara, pasien yang tidak menyukai pengobatan tradisional sebaiknya mencoba perawatan ini. Suplemen Hyalgan disuntikkan secara langsung ke dalam sendi lutut untuk memperbaiki gizi dan pelumasan. Pada kebanyakan kasus, pasien menemukan kenyamanan dalam berjalan setelah injeksi. Tetapi, penting untuk memperhatikan bahwa Viscosupplementasi ini biasanya dilakukan jika semua jenis pengobatan lain telah dilakukan namun gagal untuk mengurangi rasa sakit.
2.4.         Keadaan Teknologi-teknologi Untuk Mengatasi Gangguan Pada Sistem Gerak Manusia di Indonesia

             Di Indonesia teknologi-tekinologi tersebut masih sangat jarang atau hanya ada di rumah sakit tertentu malah ada beberapa teknologi yang belum di miliki oleh rumah sakit yang ada di Indonesia.misalnya ada seseorang yang menderita suatu penyakit karena kurang memadainya teknologi di Indonesia ia harus berobat ke rumah sakit yang ada di luar negeri. Jadi dapat disimpulkan bahwa teknologi-teknologi untuk mengatasi gangguan pada sistem gerak manusia di Indonesia.









BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
          Dapat disimpulkan Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin pesat. Begitu juga dengan teknologi kedokteran yang berkembang dengan pesatnya mengikuti semakin modernnya zaman. Dengan hal itu lah dapat memunculkan teknologi-teknologi yang dapat menolong umat manusia mengobati penyakit-penyakit yang ada di seluruh permukaan bumi.
3.2. Saran
          Seluruh rakyat Indonesia harus lebih kreatif dalam menciptakan teknologi-teknologi agar tidak hanya mengandalkan dari luar negri dan lebih maju lagi dalam masalah teknologi kedokteran agar masyarakat di Indonesia tidak perlu berobat ke luar negeri dan juga tidak lagi hanya mengandal penyembuhan secara tradisional.

1 komentar: